- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
10 Spesies Darat Yang Dapat Bercahaya


TS
Almesty
10 Spesies Darat Yang Dapat Bercahaya
Spoiler for Bioluminensi:
Di dunia ini ada beberapa spesies mahluk hidup yang tubuhnya memiliki kemampuan mengeluarkan cahaya secara alami. Dalam istilah science kemampuan mahluk hidup untuk mengeluarkan cahaya dari tubuhnya itu dinamakan bioluminensi. Jadi tubuh organisme tersebut mampu mengeluarkan reaksi kimia tertentu sehingga dapat menghasilkan semacam emisi cahaya yang berpendar berwarna merah, kuning, hijau atau biru.
Umumnya organisme / mahluk hidup yang memiliki kemampuan bioluminensi ada pada organisme berupa :
-Bakteri
-Jamur / Fungus
-Invertebrata seperti serangga dan cacing
-Beberapa organisme perairan seperti plankton, ikan, udang, dan ubur-ubur. Terutama organisme perairan yang menghuni laut dalam.
Umumnya organisme / mahluk hidup yang memiliki kemampuan bioluminensi ada pada organisme berupa :
-Bakteri
-Jamur / Fungus
-Invertebrata seperti serangga dan cacing
-Beberapa organisme perairan seperti plankton, ikan, udang, dan ubur-ubur. Terutama organisme perairan yang menghuni laut dalam.
Quote:
[img]https://img.buzzfeed.com/buzzfeed-static/static/2016-06/15/6/enhanced/buzzfeed-prod-web02/original-grid-image-29022-1465986958-6.jpg?crop=846:631;178,0&downsize=715:*&output-format=auto&output-quality=auto[/img]
Quote:
Nama latin dari cacing glitter adalah Arachnocampa luminosa. Organisme ini juga dikenal sebagai agas jamur. Tubuhnya sebesar batang korek api. Habitatnya di tempat yang gelap dan lembab. Cacing glitter konon hanya ditemukan di Selandia Baru, mereka bisa ditemukan di dalam gua. Meskipun dinamakan agas jamur dan cacing, namun sebenarnya organisme ini bukanlah jamur atau cacing, namun serangga bersayap. Cacing itu adalah bentuk larva dari serangga Arachnocampa luminosa.
Fase larva adalah fase terpanjang dari spesies serangga ini. Fase larva kira-kira lamanya 9 bulan. Pada fase ini larva harus terus makan, mereka memakan serangga-serangga lain dan sesamanya (kanibalisme).Serangga ini hanya makan pada fase larva, karena begitu mereka metamorfosa menjadi serangga, mereka tidak bisa makan karena tidak punya mulut. Satu-satunya tujuan mereka berubah bentuk menjadi serangga hanyalah untuk berkembangbiak. Setelah itu mereka akan mati.
Larva yang telah berubah menjadi serangga akan menjalani musim kimpoi. Serangga betina akan mengeluarkan cahaya untuk menarik perhatian serangga jantan. Biasanya serangga betina jumlahnya lebih sedikit dibanding serangga jantan, sehingga serangga jantan harus bertarung satu sama lain. Yang kalah mati, dan yang menang dapat hadiah mengawini serangga betina. Setelah kimpoi, pejantan itu mati, tinggal betina yang mengandung dan bertelur. Betina pada saat bertelur akan kehilangan kemampuan bercahaya, setelah bertelur mereka juga akan mati.
Fase larva adalah fase terpanjang dari spesies serangga ini. Fase larva kira-kira lamanya 9 bulan. Pada fase ini larva harus terus makan, mereka memakan serangga-serangga lain dan sesamanya (kanibalisme).Serangga ini hanya makan pada fase larva, karena begitu mereka metamorfosa menjadi serangga, mereka tidak bisa makan karena tidak punya mulut. Satu-satunya tujuan mereka berubah bentuk menjadi serangga hanyalah untuk berkembangbiak. Setelah itu mereka akan mati.
Larva yang telah berubah menjadi serangga akan menjalani musim kimpoi. Serangga betina akan mengeluarkan cahaya untuk menarik perhatian serangga jantan. Biasanya serangga betina jumlahnya lebih sedikit dibanding serangga jantan, sehingga serangga jantan harus bertarung satu sama lain. Yang kalah mati, dan yang menang dapat hadiah mengawini serangga betina. Setelah kimpoi, pejantan itu mati, tinggal betina yang mengandung dan bertelur. Betina pada saat bertelur akan kehilangan kemampuan bercahaya, setelah bertelur mereka juga akan mati.
Quote:

Quote:
Nama latin dari Shiny snail adalah Quantula striata. Kalau dilihat-lihat bentuknya mirip keong siput pada umumnya. Namun ternyata siput ini adalah satu-satunya siput darat yang mampu bercahaya di muka bumi ini. Siput ini bisa ditemukan di Asia Tenggara.
Keunikan dari keong ini adalah ketika bertelur, maka telur itu terus mengeluarkan cahaya sampai menetas. Setelah menetas keong kecil masih mengeluarkan kilatan cahaya yang berkedip-kedip dari belakang mulut mereka. Cahayanya kuning kehijauan dan nyalanya redup. Cahaya ini terus diproduksi oleh keong selama beberapa hari.Namun menariknya cahaya itu tidak diproduksi lagi oleh keong ketika mereka memasuki masa reproduksi.
Keunikan dari keong ini adalah ketika bertelur, maka telur itu terus mengeluarkan cahaya sampai menetas. Setelah menetas keong kecil masih mengeluarkan kilatan cahaya yang berkedip-kedip dari belakang mulut mereka. Cahayanya kuning kehijauan dan nyalanya redup. Cahaya ini terus diproduksi oleh keong selama beberapa hari.Namun menariknya cahaya itu tidak diproduksi lagi oleh keong ketika mereka memasuki masa reproduksi.
Quote:

Quote:
Adalah jamur lucentipes Mycena. Dimana satu dari enam spesies jamur bioluminensi ditemukan ilmuwan pada tahun 2006 di hutan Atlantik, Brasil. Jamur itu menyala hijau terang pada malam hari. Ilmuwan terpikat dengan sinar terang jamur itu.
Alasan kenapa jamur itu bersinar masih menjadi misteri. Mycologists atau ahli jamur juga tidak mempunyai jawabannya, namun mereka menduga kemungkinan cahaya itu berguna untuk menarik beberapa jenis serangga yang dapat membantu penyebaran spora jamur. Dugaan lainnya adalah cahaya itu berfungsi untuk mencegah serangga yang akan memakan jamur, caranya cahaya itu akan menarik predator serangga untuk mendekat ke jamur sehingga jika ada serangga yang ingin memakan jamur maka serangga tersebut akan dimakan predator tersebut / dengan kata lain jamur menyala untuk mengundang musuh-musuh mereka agar dapat melindungi jamur itu sendiri.
Alasan kenapa jamur itu bersinar masih menjadi misteri. Mycologists atau ahli jamur juga tidak mempunyai jawabannya, namun mereka menduga kemungkinan cahaya itu berguna untuk menarik beberapa jenis serangga yang dapat membantu penyebaran spora jamur. Dugaan lainnya adalah cahaya itu berfungsi untuk mencegah serangga yang akan memakan jamur, caranya cahaya itu akan menarik predator serangga untuk mendekat ke jamur sehingga jika ada serangga yang ingin memakan jamur maka serangga tersebut akan dimakan predator tersebut / dengan kata lain jamur menyala untuk mengundang musuh-musuh mereka agar dapat melindungi jamur itu sendiri.
Quote:

Quote:
Ada lebih dari 12.000 spesies kaki seribu di muka bumi ini. Tapi hanya sedikit dari mereka yang termasuk dalam genus Motyxiayang bercahaya, dan jenis itu hanya terdapat di daerah pegunungan California. Pada siang hari mereka hidup di bawah tanah tapi setelah malam tiba, mahluk buta ini keluar dari tanah untuk mencari makan dan memancarkan cahaya konstan dari exoskeleton mereka. Walau cahaya mereka mengundang predator, namun ketika terganggu atau terancam mereka melepaskan sianida beracun dari pori-pori kecil di tubuh mereka untuk mengusir predator.
Terkait kemampuan bioluminensi kaki seribu ini, peneliti mengatakan mereka memiliki mekanisme bioluminensi yang berbeda dibanding mahluk darat lainnya. Ia tidak menggunakan enzim luciferase tapi menggunakan photoprotein yang menyala ketika diaktifkan dengan senyawa tubuh yang kaya kalsium. Mekanisme ini mirip dengan cara ubur-ubur Aequorea Victoria yang hidup di laut.
Terkait kemampuan bioluminensi kaki seribu ini, peneliti mengatakan mereka memiliki mekanisme bioluminensi yang berbeda dibanding mahluk darat lainnya. Ia tidak menggunakan enzim luciferase tapi menggunakan photoprotein yang menyala ketika diaktifkan dengan senyawa tubuh yang kaya kalsium. Mekanisme ini mirip dengan cara ubur-ubur Aequorea Victoria yang hidup di laut.
Quote:

Quote:
Cacing ini ketika dewasa memiliki panjang sekitar 5 cm. Bentuknya menyerupai larva. Cacing ini memiliki kemampuan bioluminensi yang unik, karena cahaya yang dipancarkan tidak hanya satu tapi dua warna di berbagai bagian tubuh mereka. Cacing ini masuk dalam genus Phrixothrixdan mendiami wilayah Amerika Selatan.
Para ilmuwan menduga fungsi cahaya ini adalah sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator. Hal ini berdasarkan penelitian sederhana. Peneliti mencoba mengganggu cacing ini dengan mengetuk-ngetuk daerah sekeliling cacing. Menghadapi gangguan seperti itu cacing langsung menyalakan cahaya di kepala mereka yang berwarna merah. Kemudian ketika peneliti mengganggu mereka dengan meniup tubuh mereka, cacing itu menyalakan cahaya merah di bagian kepala dan cahaya hijau di baris tubuh mereka secara bersamaan. Berdasarkan hal itu peneliti menyimpulkan bahwa fungsi cahaya pada cacing itu adalah untuk memberi kesan kepada predator bahwa mereka berbahaya.
Para ilmuwan menduga fungsi cahaya ini adalah sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator. Hal ini berdasarkan penelitian sederhana. Peneliti mencoba mengganggu cacing ini dengan mengetuk-ngetuk daerah sekeliling cacing. Menghadapi gangguan seperti itu cacing langsung menyalakan cahaya di kepala mereka yang berwarna merah. Kemudian ketika peneliti mengganggu mereka dengan meniup tubuh mereka, cacing itu menyalakan cahaya merah di bagian kepala dan cahaya hijau di baris tubuh mereka secara bersamaan. Berdasarkan hal itu peneliti menyimpulkan bahwa fungsi cahaya pada cacing itu adalah untuk memberi kesan kepada predator bahwa mereka berbahaya.
Luminous Click Beetle (Kumbang Klik)
Quote:

Quote:
Kumbang ini masuk pada family Elateridae(kerabat dekat dari kunang-kunang). Beberapa jenis kumbang ini terutama yang berasal dari genus Pyrophorus mampu bercahaya. Mereka ditemukan di daerah tropis di belahan bumi Barat.
Fungsi cahaya pada tubuh mereka diperkirakan juga sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap predator. Tetapi kumbang ini punya bioluminensi yang unik, misalnya pada spesies Jamaika Pyrophorus plagiophthalamus. Unik karena dapat menghasilkan dua warna cahaya yang berbeda pada tubuhnya; bawah tubuhnya memancarkan cahaya kuning dan bagian atas tubuhnya ada lampu yang menyala hijau. Cahaya bagian atas dan di bagian bawah diduga memiliki fungsi yang berbeda.
Fungsi cahaya pada tubuh mereka diperkirakan juga sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap predator. Tetapi kumbang ini punya bioluminensi yang unik, misalnya pada spesies Jamaika Pyrophorus plagiophthalamus. Unik karena dapat menghasilkan dua warna cahaya yang berbeda pada tubuhnya; bawah tubuhnya memancarkan cahaya kuning dan bagian atas tubuhnya ada lampu yang menyala hijau. Cahaya bagian atas dan di bagian bawah diduga memiliki fungsi yang berbeda.
Quote:

Quote:
Nama latin serangga iniLucihormetica lucka dan sayangnya diduga sudah punah. Spesies ini hanya menghuni hutan hujan di dekat gunung berapi di Ekuador dan spesimen terakhir yang berhasil ditemukan kira-kira tahun 1939. Kemungkinan spesies ini sudah punah sekarang.
Tapi pada tahun 1999 ada 13 spesies baru telah diidentifikasi di Amerika Selatan sebagai sub spesies dari L. Lucka. Ada lampu di dua bagian tubuh seperti mata dan tempat lain di punggungnya mirip kumbang klik. Kumbang klik diketahui mampu mengeluarkan racun, tetapi kecoak ini tidak benar-benar beracun (mereka hanya berpura-pura; mereka cerdik meniru kumbang klik, kerabat mereka yang lebih tua). Cahaya itu memancarkan cahaya identik dengan warna kumbang klik dan bertujuan untuk mengecoh predator. Penampilannya benar-benar menipu. Bintik-bintik cahaya kecoak dipenuhi dengan bakteri yang hidup di exoskeleton nya.
Tapi pada tahun 1999 ada 13 spesies baru telah diidentifikasi di Amerika Selatan sebagai sub spesies dari L. Lucka. Ada lampu di dua bagian tubuh seperti mata dan tempat lain di punggungnya mirip kumbang klik. Kumbang klik diketahui mampu mengeluarkan racun, tetapi kecoak ini tidak benar-benar beracun (mereka hanya berpura-pura; mereka cerdik meniru kumbang klik, kerabat mereka yang lebih tua). Cahaya itu memancarkan cahaya identik dengan warna kumbang klik dan bertujuan untuk mengecoh predator. Penampilannya benar-benar menipu. Bintik-bintik cahaya kecoak dipenuhi dengan bakteri yang hidup di exoskeleton nya.
Quote:
Quote:
Ada sekitar 33 spesies cacing tanah bercahaya di muka bumi ini. Sebagian besar dari mereka berkerumun di Amerika Selatan. Mereka memancarkan cahaya dari spektrum warna biru sampai merah.
Cacing tanah biasanya mengeluarkan lendir, yang para ilmuwan sebut cairan coelemic, Beberapa spesies cacing mengeluarkan lendir yang bercahaya, seperti spesies Octochaetus multiporusdi Selandia baru, mengeluarkan lendir berwarna oranye dari mulutnya dan anusnya ketika merasa terganggu atau terancam. Cacing tanah dari Georgia, Diplocardia longa, ditemukan di tanah berpasir dataran pesisir, lendirnya berwarna biru cemerlang yang diduga sebagai alarm terhadap predator.
Cacing tanah biasanya mengeluarkan lendir, yang para ilmuwan sebut cairan coelemic, Beberapa spesies cacing mengeluarkan lendir yang bercahaya, seperti spesies Octochaetus multiporusdi Selandia baru, mengeluarkan lendir berwarna oranye dari mulutnya dan anusnya ketika merasa terganggu atau terancam. Cacing tanah dari Georgia, Diplocardia longa, ditemukan di tanah berpasir dataran pesisir, lendirnya berwarna biru cemerlang yang diduga sebagai alarm terhadap predator.
Quote:

Quote:
Bakteri Photorhabdus sangat unik karena mereka adalah satu-satunya bakteri tanah yang mampu bercahaya. Mereka bersimbiosis dengan cacing nematoda (cacing gelang) untuk menyerang mangsa. Mikroba ini hidup nyaman bersimbiosis dengan cacing nematoda, di mana mereka berdua bersama-sama mendapatkan keuntungan. Mikroba ini menghasilkan cahaya biru lembut untuk cacing yang membantu menarik mangsa, dan pada gilirannya mereka berbagi beberapa nutrisi dari mangsa cacing.
Nematoda ini sebenarnya parasit yang berburu serangga tanah lain seperti larva kumbang, ngengat, dan lalat. Cacing ini menembus ke dalam serangga dan berkembang biak di dalam tubuh serangga. Setelah masuk, mereka memuntahkan mitra mikroba berbahaya mereka ke dalam aliran darah inang. Mikroba kemudian membunuh tuan rumah dengan menyuntikkan protein insektisida yang mematikan ke dalam sel dan enzim serangga. Setelah serangga keracunan, cacing pada gilirannya memakan tubuh serangga dan berkembang biak di dalam tubuh serangga. Bila kekurangan makanan, bakteri akan memakan tubuh cacing nematoda dalam proses yang disebut endotokia matricida.
Sementara bakteri P. luminescensmematikan untuk serangga, mereka tidak berbahaya bagi manusia. Bahkan, kapasitas antibiotik yang produksi mereka terbukti menjadi keuntungan untuk tentara yang terluka di medan perang selama Perang Sipil pada tahun 1862 (era pra-antibiotik). Rupanya beberapa tentara yang terluka, terutama mereka yang menunggu di tengah hujan dingin menunggu bantuan, dari Pertempuran Shiloh tampaknya bertahan lebih baik dan lebih cepat sembuh dari yang lain. Ternyata mereka memanfaatkan bakteri P. luminescens ke luka mereka. Luka mereka tampak bersinar (sebuah fenomena yang dikenal sebagai "Angel Glow"). Hal itu karena luka-luka mereka dikerubuti oleh P. luminescens dari tanah berlumpur yang melindungi mereka dari infeksi oleh bakteri mematikan lainnya. Jadi dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, beberapa infeksi bakteri pada luka sebenarnya bisa membantu - terutama bakteri yang bercahaya.
Nematoda ini sebenarnya parasit yang berburu serangga tanah lain seperti larva kumbang, ngengat, dan lalat. Cacing ini menembus ke dalam serangga dan berkembang biak di dalam tubuh serangga. Setelah masuk, mereka memuntahkan mitra mikroba berbahaya mereka ke dalam aliran darah inang. Mikroba kemudian membunuh tuan rumah dengan menyuntikkan protein insektisida yang mematikan ke dalam sel dan enzim serangga. Setelah serangga keracunan, cacing pada gilirannya memakan tubuh serangga dan berkembang biak di dalam tubuh serangga. Bila kekurangan makanan, bakteri akan memakan tubuh cacing nematoda dalam proses yang disebut endotokia matricida.
Sementara bakteri P. luminescensmematikan untuk serangga, mereka tidak berbahaya bagi manusia. Bahkan, kapasitas antibiotik yang produksi mereka terbukti menjadi keuntungan untuk tentara yang terluka di medan perang selama Perang Sipil pada tahun 1862 (era pra-antibiotik). Rupanya beberapa tentara yang terluka, terutama mereka yang menunggu di tengah hujan dingin menunggu bantuan, dari Pertempuran Shiloh tampaknya bertahan lebih baik dan lebih cepat sembuh dari yang lain. Ternyata mereka memanfaatkan bakteri P. luminescens ke luka mereka. Luka mereka tampak bersinar (sebuah fenomena yang dikenal sebagai "Angel Glow"). Hal itu karena luka-luka mereka dikerubuti oleh P. luminescens dari tanah berlumpur yang melindungi mereka dari infeksi oleh bakteri mematikan lainnya. Jadi dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, beberapa infeksi bakteri pada luka sebenarnya bisa membantu - terutama bakteri yang bercahaya.
Quote:

Quote:
Fireflies atau kunang-kunang merupakan organisme darat bioluminensi yang paling populer dan paling banyak dipelajari. Bioluminensi kunang-kunang juga berfungsi untuk proses berkembang biak seperti menarik minat lawan jenis.
Ada fenomena unik di dunia kunang-kunang.
Kunang-kunang betina dari genus Photuristerkadang menggunakan lampu cahaya mereka untuk memikat kunang-kunang pejantan dari genus Photunis, bukan untuk tujuan kimpoi, tetapi untuk memakan kunang-kunang jantan dari jenis lain. Caranya kunang-kunang Photuris betina akan meniru pola kilatan lampu dari kunang-kunang Photunis betina. Photunis Pejantan yang berharap dapat menemukan jodoh lalu mendekati kunang-kunang Photuris betina, setelah didekati bukan jodoh yang mereka dapatkan tetapi kematian yang menanti mereka.
Jadi mengapa mereka kunang-kunang betina Photuris memakan kunang-kunang pejantan dari spesies lain?
Karena kunang-kunang Photuris betina kekurangan senyawa defensif yang disebut lucibufagins, yang membantu untuk mencegah predator seperti laba-laba dari memangsa mereka. Kebetulan senyawa tersebut dimiliki kunang-kunang Photunis jantan dalam jumlah yang berlebih. Itulah alasan kunang-kunang Photuris betina mendapatkan senyawa itu, yaitu dengan cara memakan sepupu mereka.
Ada fenomena unik di dunia kunang-kunang.
Kunang-kunang betina dari genus Photuristerkadang menggunakan lampu cahaya mereka untuk memikat kunang-kunang pejantan dari genus Photunis, bukan untuk tujuan kimpoi, tetapi untuk memakan kunang-kunang jantan dari jenis lain. Caranya kunang-kunang Photuris betina akan meniru pola kilatan lampu dari kunang-kunang Photunis betina. Photunis Pejantan yang berharap dapat menemukan jodoh lalu mendekati kunang-kunang Photuris betina, setelah didekati bukan jodoh yang mereka dapatkan tetapi kematian yang menanti mereka.
Jadi mengapa mereka kunang-kunang betina Photuris memakan kunang-kunang pejantan dari spesies lain?
Karena kunang-kunang Photuris betina kekurangan senyawa defensif yang disebut lucibufagins, yang membantu untuk mencegah predator seperti laba-laba dari memangsa mereka. Kebetulan senyawa tersebut dimiliki kunang-kunang Photunis jantan dalam jumlah yang berlebih. Itulah alasan kunang-kunang Photuris betina mendapatkan senyawa itu, yaitu dengan cara memakan sepupu mereka.
Sekian dan terima kasih

0
37.2K
Kutip
271
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan