

TS
ibnu.zaenal
Fire & Safety Engineering

FIRE & SAFETY ENGINEERING
Ringkasan Singkat Sejarah Safety
Quote:
Tinjauan singkat sejarah penerapan Safety di kegiatan industri dititikberatkan pada periode tahun 1970, dimana Occupational Safety and Health Act (OSHA)yang bersejarah disahkan dan menjadi undang-undang federal yang efektif pada tahun 1971 di Amerika Serikat. Penerapan safety di Benua Eropa dan Amerika Serikat telah mulai digalakkan sejak periode tersebut dan hingga kini sehingga kesadaran akan pentingnya aspek Safety di negara-negara maju di kedua Benua tersebut sudah sangat tinggi. Beberapa negara tersebut bahkan telah menghasilkan standard teknis dan peraturan tentang Safety pada kegiatan dan proses industri termasuk aspek Safety suatu produk/barang yang dihasilkan. Manajemen perusahaan telah menyadari bahwa keuntungan operasi secara langsung terpengaruh ketika pekerja mengalami lost time karena cidera yang disebabkan kerja atau operasional terhenti karena terjadi insiden. Penerapan Safety yang pada awalnya mematuhi undang-undang, saat ini Safety menjadi bagian dari investasi perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan performa perusahaannya. Namun keadaan sebaliknya terjadi Benua Asia dan Afrika.
Di Indonesia yang sejatinya penerapan Safety sudah dimulai sejak tahun 1847 ketika mulai dipakainya mesin uap oleh Belanda di berbagai industri khususnya industri gula. Tanggal 28 Februari 1852, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Stbl no. 20 yang mengatur mengenai keselamatan dalam pemakaian pesawat uap yang pengawasannya diserahkan kepada lembaga Dienst Van Het Stoomwezen, selanjutnya berkembangnya tekonologi dan meningkatnya penggunaan mesin di industri maka pada tahun 1905 dengan Stbl no 521 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perundangan Keselamatan Kerja yang dikenal dengan Veiligheid Regelement disingkat VR yang kemudian disempurnakan pada tahun 1930 sehingga terkenal dengan stbl 406 tahun 1930 yang menjadi landasan penerapan K3 di Indonesia. Penerapan Safety atau K3 di Indonesia secara umum dimulai sejak disahkan Undang-undang No.1 tahun 1970 yang resmi diberlakukan tanggal 12 Januari 1970 dan dijadikan sebagai hari lahir K3 yang diperingati setiap tahun sebagai Bulan K3. Namun implementasi nyata penerapan Safety di Indonesia baru mulai membaik sekitar awal tahun 2000-an.
Bagi industri dengan potensi risiko tinggi (High Risk) dalam kegiatan operasinya terutama industri Penerbangan & Pesawat Luar Angkasa, Migas, industri Kimia dan pertambangan, pada umumnya peran Safety Management tidak lepas dari peran dan tugas lainnya sebagai Fire Protection Engineering. Di beberapa industri tersebut, pengelolaan aspek Safety dan Fire Protection menjadi tugas dan tanggung jawab Departement atau Divisi khusus, yaitu HSE (Health, Safety & Environment) dan Fire Brigade menjadi salah satu unit didalamnya.
Di Indonesia yang sejatinya penerapan Safety sudah dimulai sejak tahun 1847 ketika mulai dipakainya mesin uap oleh Belanda di berbagai industri khususnya industri gula. Tanggal 28 Februari 1852, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Stbl no. 20 yang mengatur mengenai keselamatan dalam pemakaian pesawat uap yang pengawasannya diserahkan kepada lembaga Dienst Van Het Stoomwezen, selanjutnya berkembangnya tekonologi dan meningkatnya penggunaan mesin di industri maka pada tahun 1905 dengan Stbl no 521 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perundangan Keselamatan Kerja yang dikenal dengan Veiligheid Regelement disingkat VR yang kemudian disempurnakan pada tahun 1930 sehingga terkenal dengan stbl 406 tahun 1930 yang menjadi landasan penerapan K3 di Indonesia. Penerapan Safety atau K3 di Indonesia secara umum dimulai sejak disahkan Undang-undang No.1 tahun 1970 yang resmi diberlakukan tanggal 12 Januari 1970 dan dijadikan sebagai hari lahir K3 yang diperingati setiap tahun sebagai Bulan K3. Namun implementasi nyata penerapan Safety di Indonesia baru mulai membaik sekitar awal tahun 2000-an.
Bagi industri dengan potensi risiko tinggi (High Risk) dalam kegiatan operasinya terutama industri Penerbangan & Pesawat Luar Angkasa, Migas, industri Kimia dan pertambangan, pada umumnya peran Safety Management tidak lepas dari peran dan tugas lainnya sebagai Fire Protection Engineering. Di beberapa industri tersebut, pengelolaan aspek Safety dan Fire Protection menjadi tugas dan tanggung jawab Departement atau Divisi khusus, yaitu HSE (Health, Safety & Environment) dan Fire Brigade menjadi salah satu unit didalamnya.
Ringkasan Singkat Sejarah Fire Protection
Quote:
Sejarah awal Fire Engineering diawali di Romawi kuno, ketika Kaisar Nero memerintahkan kota dibangun kembali menggunakan metode proteksi kebakaran pasif, seperti pemisahan jarak antar bangunan dan menggunakan bahan bangunan tidak mudah terbakar, kebijakan itu diambil setelah terjadinya bencara kebakaran besar di Romawi. Disiplin teknik Fire Protection muncul pada awal abad ke-20 sebagai suatu disiplin yang berbeda, terpisah dari teknik sipil, mekanik dan kimia, dalam menanggapi masalah kebakaran baru yang ditimbulkan oleh Revolusi Industri. Ahli proteksi kebakaran (Fire Protection Engineer) pada era sekarang mengabdikan dirinya dengan merancang metode dan teknik untuk melindungi fasilitas dan pabrik-pabrik besar dari bahaya kebakaran, motivasi lain mengembangkan disiplin ilmu Fire Protection Engineering adalah mencari inovasi melalui penelitian dan praktek guna melindungi ancaman kebakaran gedung dan pemukiman penduduk yang banyak terjadi di perkotaan pada abad ke-19. Industri asuransi juga turut membantu mempromosikan kemajuan dalam profesi rekayasa kebakaran dan pengembangan sistem proteksi kebakaran dan peralatan (Fire Protection Engineering)
Saat permulaan abad ke-20, melalui serangkaian peristiwa bencana kebakaran hebat dihasilkan peningkatan standard dan persyaratan desain bangunan untuk melindungi orang-orang dan properti dari kebakaran. Pada pertengahan abad ke-20 profesi dan disiplin teknik proteksi kebakaran (Fire Protection Engineering) muncul sebagai profesi teknik yang unik, faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap pertumbuhan displin ilmu proteksi kebakaran (Fire Protection Engineering) adalah berdirinyaInstitution of Fire Engineers pada tahun 1918 di Inggris dan Society of Fire Protection Engineers pada tahun 1950 di Amerika Serikat. Munculnya lembaga profesi ahli proteksi kebakaran (Fire Protection Engineering) tesebut menjadikan profesi proteksi kebakaran (Fire Protection Engineer) sebagai praktisi dan konsultan independen dalam bidang proteksi kebakaran dan menghasilkan standard (peraturan/pedoman) teknik untuk proteksi kebakaran
Fire Engineering adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan rekayasa untuk melindungi orang, properti dan lingkungan mereka dari dampak berbahaya dan merusak dari kebakaran dan asap. Pengembangan disiplin ilmu Fire Engineering tersebut tersebut menghasilkan bidang keilmuan Fire Protection Engineering meliputi teknik proteksi kebakaran yang fokus pada metode identifikasi potensi dan sistem deteksi kebakaran, metode mitigasi kebakaran dan teknik penanggulangan atau pemadaman kebakaran. Dan bidang keilmuan Fire Safety Engineering yang fokus pada masalah perilaku manusia terhadap api dan pengaturan lingkungan hidup manusia (rumah, bangunan, gedung dll) untuk memudahkan manusia evakuasi dari kebakaran. Di Amerika Serikat, disiplin ilmu Fire Safety Engineering menjadi bagian tidak terpisahkan didalam Fire Protection Engineering.
Fire Engineer, seperti ahli di bidang teknik atau disiplin ilmu lainnya, melakukan program formal pendidikan dan pengembangan profesional untuk memperoleh dan mempertahankan kompetensi mereka. Pendidikan ini biasanya mencakup studi dasar dalam matematika, fisika, kimia dan analisa teknis. Studi teknis profesional Fire Engineering lebih difokuskan pada mempelajari dan meningkatkan keahlian dalam ilmu material, statika, dinamika, termodinamika, dinamika fluida, perpindahan panas, teknik ekonomi, etika, sistem di bidang teknik, kehandalan dan psikologi lingkungan. Studi di bidang sumber/proses terjadinya kebakaran, penilaian risiko probabilistik atau manajemen risiko, desain sistem pencegah kebakaran, aplikasi dan interpretasi dari standar bangunan atau fasilitas, dan pengukuran dan simulasi fenomena kebakaran lengkap sebagian besar kurikulum bagi seorang Fire Engineer.
Di Indonesia, keahlian bidang proteksi kebakaran (Fire Protection Engineer) tidak terpisah dari bidang Safety (Keselamatan Kerja) sebagaimana diatur dalam peraturan bidang K3 pemerintah. Profesi Fire Protection Engineer telah mendapatkan tempat di berbagai instansi pemerintah dan industri di Indonesia namun kualifikasi keahlian Fire Engineer di Indonesia hingga saat ini baru pada level keahlian bidang penanggulangan kebakaran (Fire Fighting) ditandai dengan adanya sertifikasi profesi bidang Pemadam Kebakaran (Fireman) oleh BNSP (Badan Nasional Standarisasi Profesi), sedangkan keahlian dibidang rekayasa dan penelitian Fire Engineering masih belum dikembangkan dan diakomodir baik oleh pemerintah maupun industri.
Saat permulaan abad ke-20, melalui serangkaian peristiwa bencana kebakaran hebat dihasilkan peningkatan standard dan persyaratan desain bangunan untuk melindungi orang-orang dan properti dari kebakaran. Pada pertengahan abad ke-20 profesi dan disiplin teknik proteksi kebakaran (Fire Protection Engineering) muncul sebagai profesi teknik yang unik, faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap pertumbuhan displin ilmu proteksi kebakaran (Fire Protection Engineering) adalah berdirinyaInstitution of Fire Engineers pada tahun 1918 di Inggris dan Society of Fire Protection Engineers pada tahun 1950 di Amerika Serikat. Munculnya lembaga profesi ahli proteksi kebakaran (Fire Protection Engineering) tesebut menjadikan profesi proteksi kebakaran (Fire Protection Engineer) sebagai praktisi dan konsultan independen dalam bidang proteksi kebakaran dan menghasilkan standard (peraturan/pedoman) teknik untuk proteksi kebakaran
Fire Engineering adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan rekayasa untuk melindungi orang, properti dan lingkungan mereka dari dampak berbahaya dan merusak dari kebakaran dan asap. Pengembangan disiplin ilmu Fire Engineering tersebut tersebut menghasilkan bidang keilmuan Fire Protection Engineering meliputi teknik proteksi kebakaran yang fokus pada metode identifikasi potensi dan sistem deteksi kebakaran, metode mitigasi kebakaran dan teknik penanggulangan atau pemadaman kebakaran. Dan bidang keilmuan Fire Safety Engineering yang fokus pada masalah perilaku manusia terhadap api dan pengaturan lingkungan hidup manusia (rumah, bangunan, gedung dll) untuk memudahkan manusia evakuasi dari kebakaran. Di Amerika Serikat, disiplin ilmu Fire Safety Engineering menjadi bagian tidak terpisahkan didalam Fire Protection Engineering.
Fire Engineer, seperti ahli di bidang teknik atau disiplin ilmu lainnya, melakukan program formal pendidikan dan pengembangan profesional untuk memperoleh dan mempertahankan kompetensi mereka. Pendidikan ini biasanya mencakup studi dasar dalam matematika, fisika, kimia dan analisa teknis. Studi teknis profesional Fire Engineering lebih difokuskan pada mempelajari dan meningkatkan keahlian dalam ilmu material, statika, dinamika, termodinamika, dinamika fluida, perpindahan panas, teknik ekonomi, etika, sistem di bidang teknik, kehandalan dan psikologi lingkungan. Studi di bidang sumber/proses terjadinya kebakaran, penilaian risiko probabilistik atau manajemen risiko, desain sistem pencegah kebakaran, aplikasi dan interpretasi dari standar bangunan atau fasilitas, dan pengukuran dan simulasi fenomena kebakaran lengkap sebagian besar kurikulum bagi seorang Fire Engineer.
Di Indonesia, keahlian bidang proteksi kebakaran (Fire Protection Engineer) tidak terpisah dari bidang Safety (Keselamatan Kerja) sebagaimana diatur dalam peraturan bidang K3 pemerintah. Profesi Fire Protection Engineer telah mendapatkan tempat di berbagai instansi pemerintah dan industri di Indonesia namun kualifikasi keahlian Fire Engineer di Indonesia hingga saat ini baru pada level keahlian bidang penanggulangan kebakaran (Fire Fighting) ditandai dengan adanya sertifikasi profesi bidang Pemadam Kebakaran (Fireman) oleh BNSP (Badan Nasional Standarisasi Profesi), sedangkan keahlian dibidang rekayasa dan penelitian Fire Engineering masih belum dikembangkan dan diakomodir baik oleh pemerintah maupun industri.

Melalui forum ini, saya mengajak rekan-rekan praktisi, ahli dan pekerja dibidang Fire & Safety Engineerbergabung dan berdiskusi tentang permasalahan dan perkembangan disiplin ilmu Fire & Safety Engineering serta aplikasi bidang keilmuannya di dunia industri. Di Kaskus ini, saya melihat bidang tersebut belum terakomodir, saya yakin bahwa diantara member Kaskus ada yang berprofesi sebagai pelaku, penggiat, pengamat atau mahasiswa ilmu Fire & Safety Engineering karena itu forum ini menjadi langkah awal untuk mengakomodir sharing knowledge dan diskusi masalah Fire & Safety Engineering di Indonesia.
Beberapa materi bahasan (trending topic) akan dikembangkan bertahap, yaitu :
1. Fire & Safety Standard and Regulation
2. Fire & Safety Technology
3. Safety Pause & Lesson Learn Incident






vkry.fikri dan 2 lainnya memberi reputasi
3
85.1K
Kutip
358
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan