Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

InaSendryAvatar border
TS
InaSendry
Perbedaan di Negeri Ini Haruskah Selalu Dibuat Gaduh?


Jagad media sosial memang cukup menarik untuk diikuti, karena selalu ada saja informasi baru yang menjadi trending. Seperti topik yang masih hangat saat ini, mulai dari minyak goreng, JHT, hingga wayang.

Topik terakhir tentang wayang, luar biasa ramainya dibahas baik di Fb, twitter, youtube, dan media lainnya. Apalagi topik tersebut dibenturkan lagi dengan agama dan suku. Debat pun makin panas dan nggak ada habisnya.

Sebenarnya buat bangsa kita ini tidak aneh, kok, dengan namanya perbedaan. Toh, negara kita memang berdiri di atas keberagaman. Lahir dari kesepakatan atas perbedaan.



Para pendiri negeri ini paham banget, bila kedepannya pasti muncul--akan ada beda pendapat. Makanya semuanya itu dibingkai dengan Pancasila.

Sebenarnya beda pendapat itu asyik, kok! Kita jadi dirangsang untuk mau berpikir, dan mau menggali berbagai sumber yang bisa dijadikan pegangan dalam menyikapi, maupun mengikuti pendapat yang mana yang paling cocok dengan kita.

Nah, yang perlu digarisbawahi adalah cara menyikapi dan menyampaikan pendapat. Di sini perlu sekali sekali kedewasaan, kesopanan, dan kesantunan. Bukan jaminan, orang-orang yang dianggap "tokoh panutan" pun, seringkali luput bagaimana penyampaian pendapatnya secara santun. Narasi yang disampaikan, diksi yang dipakai, seringkali kontras dengan label intelek yang mereka sandang.



Kita sebagai masyarakat awam bisa menilai, kok. Bukan tentang benar dan salahnya pendapat tersebut. Namun, cara penyampaiannya yang elegan, berkelas. Ituh!

Untuk permasalahan wayang ini, banyak kok, ulama alim yang menurut ane bisa dijadikan rujukan pendapatnya. Sebut saja Gus Baha, Buya Yahya, Ustadz Adi Hidayat, dan ulama kharismatik lainnya. Secara kedalaman ilmunya bisa dipertanggungjawabkan. Kerendah-hatiannya patut diteladani.

Dari beliau-beliau kita bisa belajar, bagaimana menyanggah pendapat tanpa menghujat, tanpa mencaci maki. Tetap santuy walau beda pandangan. Karena sejatinya perbedaan pandangan/pendapat terlalu mahal dan bodoh jika harus menyebabkan perpecahan ukhuwah.

Kecerdasan itu tercermin dari tutur kata dan perilaku santun. Bukan waktunya lagi untuk kaget dengan perbedaan. Berbeda itu indah. Berbeda itu tidak membosankan. Berbeda itu membuat hidup berwarna. Berbeda namun tetap satu, itulah kita, Indonesia.

Malang, 22 Pebruari 2022

Narasi: opini @InaSendry
Sumber gambar: linklink link
bigjerro
pixecute
ronny398
ronny398 dan 12 lainnya memberi reputasi
11
3.3K
77
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
pixecuteAvatar border
pixecute
#10
Akhirnya ada yang ngangkat juga Tema beginian emoticon-Kiss (S), masyarakat dengan pola pikir yang belom dewasa dihadapkan dengan perubahan yang begitu cepatnya. Bahasan warung kopi dibawa ke ranah dunia maya hasilnya seperti yang udah diprediksi.

Belum lagi murahnya perangkat smartphone dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, semua orang bisa memiliki dan membuat akun media sosial dengan mudahnya. Kecepatan mengetik tidak diimbangi dengan kecepatan mempertimbangkan dampak dari ketikan yang diposting akhirnya materai 10 ribu serta penjara menjadi tembok besar yg menghadang.

IMHO
emoticon-Shakehand2

Keep buat thread yang bagus Gan.
kakekane.cell
InaSendry
InaSendry dan kakekane.cell memberi reputasi
2
Tutup